Monday, May 7, 2012

Adakah Ruang Untuk Kami?

          "Adakah Ruang Untuk Kami?", adalah sebuah judul hasil jepretan karya Cahyo Daryanto S, atau lebih akrab dipanggil Ucil. Beberapa tahun ini, ia telah menekuni dunia fotografi sebagai hobi dan pekerjaan sambilannya. Dulunya, Ucil adalah drummer dari band Melodic Punk bernama Tabutea (RIP) yang sekarang para personilnya sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing seperti pekerjaan. Selain sebagai fotografer dan drummer, ia pun juga mampu bermain skateboard. "Adakah Ruang Untuk Kami?", sebuah kalimat yang mewakili para skater, di kota Solo khususnya, yang mengalami krisis tempat untuk berekspresi, menyalurkan hobi, atau sekedar meluncurkan papan mereka.
          "Foto ini adalah salah satu bentuk kritik terhadap Pemkot Surakarta, yang kurang peduli terhadap anak muda di kota ini, contohnya para skater. Kurang sekali adanya pembuatan taman kota, dan tidak ada tempat khusus semacam skatepark seperti di kota-kota besar lainnya. Yang ada, tanah ataupun lahan di kota ini hanya dibangun gedung-gedung bertingkat dan dijual kepada para investor. Sehingga, jika mau bermain papan, harus menunggu tengah malam sampai jalanan sepi. Atau malah di tempat-tempat yang tidak layak, bahkan berbahaya, misalnya di atap sebuah bangunan seperti di foto tersebut.", ungkapnya ketika sedang berbincang dengan saya di kantin Mbok Jum, kampus UNS, mengenai karya fotonya.
          Dalam foto ini, menggunakan talent bernama Darwin AKA Jadah, mahasiswa jurusan Sejarah, Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS yang juga merupakan salah satu skater di kota Solo. Selain menggeluti dunia skateboard maupun fingerboard, Jadah adalah seorang gitaris sekaligus merangkap sebagai vokalis sebuah band Skate Punk asal kota Solo yang sampai saat ini masih aktif, bernama Something Suck. Berikut adalah foto-fotonya :


No comments:

Post a Comment