Sunday, July 22, 2012

Sriwedari Bootbois Berbagi : Preview

          Setelah pada bulan puasa tahun lalu digelar sebuah acara akustik dan ngabuburit di Gedung Kesenian Solo (GKS), tahun ini sebuah scene tertua di Solo, Sriwedari Bootbois kembali mengadakan sebuah acara yang bertema hampir sama. Sriwedari Bootbois Berbagi, pada tanggal 4 Agustus 2012 mendatang di Panggung Meriam pelataran kompleks Taman Sriwedari, dan dimulai pukul 4 sore. Sebuah acara ngabuburit sambil berbagi kepada sesama, diisi beberapa band akustik seperti Tendangan Badut, The Working Class Symphony, Mooca Caboel, Samalona, The Suspender, The Radio, dan lain-lain. Kali ini diperluas, jika tahun lalu aksi berbagi makanan hanya dilakukan di seputar venue (GKS), maka acara tahun ini akan digerakkan hingga sepanjang jalan raya Slamet Riyadi. Juga akan ditambah aksi pengumpulan pakaian bekas pantas pakai untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan. Sedikit cerita, acara akustik dan ngabuburit tahun lalu molor sampai beberapa jam. Waktu ngabuburit yang semula disediakan untuk menampilkan performance akustik band terbuang banyak untuk mempersiapkan alat serta check sound. Hingga setelah waktu berbuka masih menyisakan beberapa band. Semoga penggunaan waktu untuk acara Sriwedari Bootbois Berbagi kali ini mampu berjalan efektif sesuai rencana. Satu yang masih menjadi pertanyaan, masihkah ada yang mabuk-mabukan dan berkeliaran di sekitar venue tanpa menggubris kelangsungan acara? Haha, kita tunggu saja besok pada tanggal 4 Agustus 2012 di Panggung Meriam pelataran kompleks Taman Sriwedari pukul 4 sore, Sriwedari Bootbois Berbagi!

NB : Bagi yang ingin berkontribusi, atau membutuhkan info lebih lanjut, bisa menghubungi nomor-nomor berikut, 08170440646 (Lius) & 081915318414 (Encik).

Wiji Thukul - Bunga dan Tembok

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak kau hendaki tumbuh
Engkau lebih suka membangun rumah dan merampas tanah
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak kau kehendaki adanya
Engkau lebih suka membangun jalan raya dan pagar besi
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang dirontokkan di bumi kami sendiri
Jika kami bunga
Engkau adalah tembok itu
Tapi di tubuh tembok itu telah kami sebar biji-biji
Suatu saat kami akan tumbuh bersama
Dengan keyakinan: engkau harus hancur!
Dalam keyakinan kami
Di manapun tirani harus tumbang!

Friday, July 13, 2012

Muchas Gracias, Supeltas!

          Saya sebagai warga kota Solo sangat berterima kasih dengan keberadaan Supeltas. Mereka biasa memakai rompi hijau menyala, membawa peluit, dan mengatur lalu lintas, tetapi mereka bukanlah Polisi. Lalu siapakah Supeltas? Kepanjangan dari Supeltas adalah Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas. Sudah jelas apa tugas dari Supeltas, yaitu sebagai sukarelawan yang mengatur lalu lintas di beberapa ruas jalan tanpa rambu maupun lampu lalu lintas, dimana pada titik tersebut biasa terjadi kemacetan bahkan kecelakaan. Seperti yang sering dijumpai di daerah perempatan Coyudan, bundaran Baron, bundaran Purwosari, Lawang Gapit sebelah barat, dan masih banyak lagi.
Keramahan Supeltas
          Tidak bisa dipungkiri, Supeltas memang sebuah evolusi dari  Pak Ogah atau Polisi Cepek yang dibina oleh kepolisian. Tugas mereka pun juga membantu Polantas. Tetapi apa yang terjadi? Menurut saya kinerja Supeltas malah lebih nyata, lebih hebat mengalahkan para Polisi yang sebenarnya. Pihak kepolisian sudah seharusnya merasa malu. Yang saya lihat berdasarkan apa yang terjadi di sekitar, ada oknum-oknum Polantas (Polisi Lalu Lintas) yang seringkali hanya duduk manis di pos perempatan jalan raya sembari memantau jalanan untuk mencari-cari kesalahan dari para pengguna jalan, lalu secara halus memalak dengan dalih memberikan tilang. Memang, menertibkan pengguna jalan merupakan salah satu tugas mereka, sayangnya banyak oknum Polantas yang menerapkan praktek "damai di tempat", membebaskan si pengguna jalan yang kena tilang namun diharuskan membayar denda, lebih tepatnya saya sebut "uang damai" yang akhirnya masuk ke kantong Polisi itu sendiri. Berbeda dengan para Supeltas yang dengan sukarela turun berpanas-panas di jalanan hingga berpeluh. Bekerja secara ikhlas tanpa perlu meminta-minta dan hanya menerima uang sukarela sebagai tanda terima kasih dari para pengguna jalan. Mereka juga murah senyum dan rendah hati ketika mengatur lalu lintas.
          Ke depannya, saya berharap keberadaan Supeltas di kota Solo ini mendapat perhatian lebih dari pemerintah atau dari pihak manapun. Syukur-syukur juga diberi penghargaan khusus atas jasa mereka sebagai sukarelawan pengatur lalu lintas. Muchas gracias, Supeltas!

Thursday, July 12, 2012

Kesepakatan Bersama #2 : Review

Flyer
          Menjelang bulan puasa tahun 2012 yang jatuh pada pertengahan bulan Juli, kota Solo banyak menyuguhkan perhelatan musik dalam skala kecil maupun besar. Banyak yang berlomba-lomba mencari hari dan tanggal yang tepat sebelum bulan Ramadhan tiba. Sampai ada beberapa acara yang hari dan tanggalnya bersamaan.
          Kali ini, saya akan mengulas salah satu gig, yaitu Kesepakatan Bersama #2 yang diadakan pada hari Minggu tanggal 8 Juli 2012. Kebetulan, setahu saya pada hari dan tanggal tersebut juga bersamaan dengan diadakannya sebuah gig yang melibatkan band-band Metal - Hardcore di Auditorium AUB. Kesepakatan Bersama #2 persembahan kawan-kawan The Teenage Fraternity yang merupakan kelanjutan dari Kesepakatan Bersama #1 kali ini melibatkan band-band Melodic Punk dan Ska di dalamnya. Tak hanya local act kota Solo, tetapi juga mendatangkan kawan-kawan luar kota seperti Stay Funny dan Write The Future dari Malang, Pyong Pyong dari Semarang, serta mereka yang menyebut dirinya sebagai Wonogiri Rudeboys, The Yanto Brothers. Dimulai pukul 8 pagi seperti yang tertera pada flyer, nampaknya budaya molor masih menjadi tradisi. But it's okay, pukul 8 pagi mungkin masih terlalu pagi untuk konteks gigs. Lagipula molornya waktu dimulainya gig ini tidak menghalangi jalannya acara dan tak mengurangi kualitas acara yang disuguhkan. Untuk rundown berjalan mulus, tidak terjadi kekacauan sampai terjadi cari-mencari band yang belum hadir. Band-band dari panitia sengaja diletakkan di awal acara demi menghindari jam karet yang fatal. Venue terletak di GOR Bulutangkis Universitas Surakarta (UNSA), Palur. Bagi yang baru pertama kali mendatangi tempat tersebut seperti saya, memang butuh perjuangan untuk mencapainya, haha. Sebelum sampai di venue, saya sempat tersesat salah gang, dan akhirnya harus bertanya pada salah satu orang yang sedang berada di tepian jalan. Memang benar apa kata pepatah, "Malu bertanya sesat di jalan." Berkaitan dengan hal tersebut, saya salut bagi semua yang telah hadir dan berpartisipasi dalam gig Kesepakatan Bersama #2. Semua band tampil dalam top form mereka, tidak setengah-setengah meskipun kuantitas penonton tidak mengisi kapasitas gedung secara penuh. Tidak adanya panggung, atau bisa dikatakan lesehan juga menciptakan aura yang lebih panas. Hingga tindakan apresiatif seperti pogo, dancing, skanking, moshing, dan crowd-surfing, bahkan ngibing tak mampu dihindarkan, hahaha. There's no border between performers and audience, it looks great! Semoga tak cukup sampai di sini, kita semua pasti akan dengan setia menunggu part-part dari Kesepakatan Bersama berikutnya. :)

Crowd of Audience
          Selain foto di atas, juga saya sisakan dokumentasi berupa video yang telah diunggah ke Youtube. Sebuah performance dari salah satu band pengisi, yaitu The Suspender dengan lagu mereka yang berjudul Realize.


Wednesday, July 4, 2012

Remote Control - Reflection (2012) : Review, Info, & Free Download

Review
          Kembali me-review sebuah rilisan album. Tak perlu jauh-jauh, kali ini sebuah album band kawan dari Sukoharjo, Remote Control. Band Melodic/Punk Rock yang banyak ter-influence band-band seperti Bad Religion, NOFX, No Use For A Name, Slick Shoes, dsb ini lahir pada tahun 2003. Dimotori oleh Boim pada posisi Gitar & Vokal, disusul Bimbim pada Bass & Vokal, Rothul pada Lead Guitar, dan Nano pada Drum. Mereka telah menetaskan sebuah full album pada awal bulan April tahun 2012 berjudul Reflection, yang dirilis di bawah naungan label independen bernama Resistance Record. Diisi 11 track dengan judul-judul seperti Artikulasi, Lupakan, Simple Life, Parents and Son, Trust Yourself, Takkan Menyerah, First Kiss, Don't Give Fuck For Me, Lost and Found, Untuk Masa Depan, dan tentunya Reflection. Yak, sesuai judul, album Reflection ini memang berupa refleksi atau pencerminan dari kehidupan sehari-hari. Keseluruhan lirik dalam lagu-lagu yang terdapat pada album ini disusun secara cerdas. Serta jelas memaparkan apa yang ingin disampaikan Remote Control kepada audience. Seperti pada lagu Parents and Son, yang menceritakan bagaimana ketika kita hidup di masa muda yang penuh dilema dan problematika atas apa saja yang kita lakukan. Tak hanya sebagai pencerita, Remote Control juga mampu kita jadikan sebagai motivator dalam setiap lirik-liriknya. Seperti penggalan lirik berikut, "Life is so short, let’s must we know that meaning of life. We learn from the small thing that’s we’re have." yang terdapat dalam lagu Simple Life yang menceritakan kepada kita akan keindahan dalam kehidupan yang sederhana. Semua lagu dalam album Reflection ini pantas untuk disimak dan jangan sampai terlewatkan. Bagi kalian pecandu musik-musik cepat, wajib mendengarkan album yang satu ini!



Album Remote Control - Reflection (2012) ini dapat dibeli atau dipesan di :
- Mirror Merch (Sukoharjo)
- Badless (Sukoharjo)
- Duck (Sukoharjo)
- Trapin (Solo)
- Hoofd Awesome (Solo)
- Cagak Tink (Sragen)
- Maximum Rockshop (Karanganyar)
- Karanganyar (Dona : 083866750767)
- Wonogiri (Heho : 085642065889)
- Jogjakarta (Fae : 081915552623)
- Malang (Bowo : 085760722340)

Atau free download melalui link berikut ini : Remote Control - Reflection (2012)

More Info :
Facebook Page : Remote Control
Twitter : @REMOTECONTROL03