Showing posts with label Preview. Show all posts
Showing posts with label Preview. Show all posts

Wednesday, May 8, 2013

Out Now! Album Baru Miserable Man "Afronesia"

          Ska, Reggae, and Popsteady One Man Band, Miserable Man kembali merilis album barunya. Kali ini diberi judul "Afronesia". Di tengah-tengah agendanya dalam Asian Busking Tour 2012/2013, Miserable Man mengambil waktu untuk berlibur di pulau kecil Gili Meno, Lombok, Indonesia. Beristirahat sejenak dari dunia pertunjukan dan mengamen, selama 30 hari di sana ia merekam album barunya tersebut. Afronesia berisi track instrumental akustik, rekaman outdoor, dan musik daerah yang berkolaborasi dengan penduduk setempat. Album tersebut bisa kalian download secara berbayar. Hasil keuntungan penjualan secara online akan disumbangkan untuk Bolong's Turtle Sanctuary, sebuah suaka margasatwa yang melindungi satwa kura-kura di Gili Meno, Lombok, Indonesia.


Bolong's Turtle Sanctuary : http://gilimenoturtles.com/

Thursday, April 18, 2013

Mutualisme Filmmaker dan Street-Artist di Solo

          Dari tahun ke tahun, dimanapun tempat yang kita tinggali ini, seakan tak pernah kehabisan individu ataupun kelompok potensial dalam bidangnya. Point yang saya singgung di sini adalah tentang kultur anak muda, komunitas, dan karya-karyanya. Tak khayal hal tersebut seringkali memicu persaingan. Jegal-menjegal, saling nyinyir dan mengkritisi, terobsesi dan rasa tak mau kalah sudah biasa terjadi. Namun di sini saya tidak akan membahas persaingan tak sehat tersebut. Buat apa? Lebih baik membicarakan hal yang positif saja. Saling mendukung satu sama lain. Jika kalian memberikan dukungan secara riil kepada orang lain, otomatis kalian akan mendapatkan timbal balik yang sama.
          Seperti halnya yang dilakukan oleh seniman-seniman muda berbakat dari Kota Solo belum lama ini, mereka adalah para filmmaker dan street-artist. Tahun ini, Festival Film Solo atau yang biasa disingkat FFS memasuki gelaran ketiganya. Berawal pada tahun 2011 lalu, diprakarsai oleh beberapa pegiat sinema yang berkumpul di Solo, FFS selalu diagendakan pada bulan Mei di setiap tahunnya. Dan FFS ketiga tahun ini diadakan pada tanggal 1 sampai 5 Mei, bertempat di Teater Besar ISI Surakarta. Festival Film Solo menjadi sebuah wadah yang terbuka luas, akrab, ramah, dan sederhana untuk menampung para penonton dan pelaku perfilman nasional. Memfokuskan pada perkembangan film-film fiksi-pendek Indonesia, melalui program-program kompetisi maupun non-kompetisi dan forum. Festival Film Solo mempercayai bahwa film pendek dan komunitas film adalah salah satu penggerak utama perfilman tanah air. Menanggapi moment yang akan hadir pada bulan Mei tersebut, muncul pula sambutan, dukungan, dan ketertarikan dari beragai pihak. Tak hanya para pelaku perfilman dan penikmat film saja, tetapi juga para street-artist. Seniman yang biasa bergerak pada bidang seni rupa tersebut mengaplikasikan respon positif mereka terhadap Festival Film Solo dengan aksi pembuatan mural. Mereka berasal dari beberapa komunitas seperti Komunitas Perupa Kepatihan (Koper-K), Love Leca, ada juga yang berasal dari Klaten, dan beberapa perorangan lainnya. Mereka secara serentak melakukannya pada hari Sabtu, 13 April 2013 di beberapa titik. Diantaranya daerah Jalan Wora Wari, dekat Masjid Solikhin, Laweyan, sekitar SMA Warga, dan belakang Solo Grand Mall.






          Aksi yang mereka lakukan pada hari Sabtu tersebut menghasilkan bermacam tema dan konsep, namun di tiap mural tersebut disisipkan info dan ajakan menganai Festival Film Solo 2013. Selain menjadi ajang unjuk gigi para street-artist, tentunya mampu mempromosikan event Festival Film Solo itu sendiri. Sehingga, FFS mampu mencapai jangkauan audience yang lebih luas, tak hanya dari pelaku dan penikmat perfilman saja. Saling support lintas komunitas seperti inilah yang pantas dijadikan teladan oleh semua orang. Dukungan secara nyata, apresiasi positif, atau apapun bentuknya akan menjadikan kita hidup dalam keharmonisan. Saling menguntungkan dan tak ada yang dirugikan.

Words : Bagas
Pix : Bani

Saturday, November 3, 2012

Interview with Mooca Caboel

"..We've been blessed with the power to survive, after all these years we're still alive.."


Ceritakan dulu tentang Mooca Caboel, dari awal berdiri hingga sekarang!
          Kisaran 2005, kami : Alby (Encik) - Gitar, Iman (Kece) Bass/Vocal, Nanda (Gundul) - Gitar, Wiwin - Drum. Bicara soal masalah genre musik ya tentu saja kami dari awal hingga sekarang masih memainkan genre musik punk rock. Karena memang kita lahir dari scene punk, hehehe. Dulu scene kami bernama Berondongan Punk yang sekarang menjadi Maladaptif Terror Crew. Dan selama kurun waktu lebih dari 7 tahun, banyak sekali sebenarnya hal-hal yang bisa saya muat dalam zine ini, tapi saya rasa ada yang lebih penting, hehehe. Dan rasanya bicara masalah histori, kami tidak jauh berbeda dengan band-band minor label yang lain, mulai dari show kecil acara kampung (bazar) hingga gigs underground yang menjadi wadah kreatifitas kita semua.

Line up (personil) dari awal hingga sekarang?
          Awal mula band kami digawangi oleh 4 orang dari scene yang sama, seperti yang sudah saya sebutkan di atas. Dan untuk pergantian personil di mulai di awal tahun 2006, yaitu di posisi drumer awal Wiwin, dengan alasan yang tidak harus saya jelaskan di media ini, digantikan oleh Budi, Budi awalnya adalah drumer dari and melodic punk dari kota Solo juga "Kambing Hitam". Kemudian di kisaran tahun 2008, Iman atau Kece pada posisi bassis keluar dengan alasan yang tidak perlu saya sebutkan juga, dan di gantikan oleh Yusuf, vokalis "The Partner". Bertahan hingga beberapa tahun dengan formasi ini kita pikir ini adalah line up terakhir kami, tapi di akhir tahun 2011 Yusuf keluar dan posisi bassis digantikan oleh Tommy yang sampai sekarang masih aktif dengan band d-beat punk-nya "Street Army". Sedikit menambah armada kami di pertengahan 2012 ini kami memasukkan Iwan Prakoso, ex-"Something Suck" sebagai gitaris kami. Hingga sekarang line up kami adalah Alby (Encik) Vocal - Nanda (Gundul) - Gitar, Iwan - Gitar, Tommy (Tombol) - Bass, dan Budi (Capres) - Drum. Dan kami berharap ini yang terakhir.

Influence?
          Berbicara masalah influence, sebenarnya boleh dibilang kami sangat abstrak dalam memilih influence "secara musik", kami coba untuk merespon kejadian di sekitar kami,dan kami sadur ke dalam bait-bait lagu kami. Tapi untuk beberapa band yang sedikit banyak berpengaruh dalam musikalitas kami antara lain Social Distortion, Misfits, Rancid, Bad Religion, Ramones, Black Flag, Dead Kennedys, Crass, G.I.S.M, Anti-Nowhere League, Johnny Thunders & The Heartbreakers, Against Me!, Dropkick Murphys, New York Dolls, Iwan Fals, dan masih banyak sebenernya. Bisa dibilang kita semua cinta musik gitu lah, hehehe.

Diskografi?
EP Against! (2009)
V/A The Gank Is Back (2009)
Split Album with Gerbang Singa (2010)
V/A Don't Let Them Take Over (2011)
4 Way Split Maladaptif Terror Crew (2011)

Dalam waktu dekat ini Mooca Caboel akan merilis full album bukan? Ceritakan tentang album tersebut!
          Yah, benar. Sedikit review tentang album kami yang akan rilis tahun ini oleh Trapin Records, ada 12 track yang akan kami record, tepatnya di Biru Studio. Sedikit beda mungkin dengan beberapa band punk rock sejenis kami, musik kami yang akan kami kemas dalam album ini tidak bertendensi pada apapun, yang pasti lagu-lagu kami menyorot tentang apa yang ada di sekitar kami. Alam, politik, pertemanan, cinta, perdamaian, dan yang pasti tentang kebersamaan dalam koridor sebuah komunitas. Dan di album ini kami mencoba berkolaborasi dengan beberapa musisi lokal dari kota Solo sendiri. Diantaranya, Meisinta ,dia adalah seorang penyanyi classic rock yang kami paksa menyumbangkan suara merdunya dalam satu lagu yang berjudul Aku, Tuhan, dan Semesta. Kemudian ada Tedjowulan, notabenenya dia bukanlah seorang penyanyi sih, tapi gak ada salahnya ketika saya harus melibatkan dia di dalam salah satu lagu kita yang berjudul Kita Selalu Bersama, karena kita memang bukan sedang mencari/mengaudisi penyanyi sih. Dan berikutnya di dalam lagu yang berjudul Konsolidasi Harga Mati kami berkolaborasi dengan Catur, vokalis The Obstinate, sebuah band crust punk, dengan alasan kita ingin menambah sentuhan crust dalam lagu ini. Berikutnya dalam lagu Muda Penuh Ambisi kita berkolaborasi dengan Wahyu Mbelek "Sampah Pribadi", kebetulan dia adalah pencipta lagu ini. Dan masih banyak yang akan kita sajikan dalam album kita ini, tunggu saja albumnya, dan respon balik ya? 

Akan ada berapa lagu? Sedikit minta bocoran, ceritakan juga tentang satu atau beberapa lagu baru yang akan keluar dalam full album kalian!
          Pertanyaan nomer lima saya rasa sudah mewakili jawaban saya untuk pertanyaan yang ini, hehehe.

Lalu, tentang scene/komunitas/kolektif tempat kalian lahir dan tumbuh, Maladaptif Terror Crew. Apa makna dari nama Maladaptif Terror Crew itu sendiri?
          Nama ini sebenarnya bisa kalian buka atau bertanya pada kawan-kawan yang kebetulan mendalami dunia psychology. Bukan arti sebenarnya yang kami gunakan disini, ada beberapa hal yang hampir mirip dengan pribadi kawan-kawan saat itu seperti sensitif terhadap kritik, individu tidak bias merespon secara positif terhadap koreksi, juga tidak dapat mengkritisi diri sendiri, individu hanya mau berkompetisi dengan kawan yang jelas dapat dikalahkan. Ya, itu sebenarnya hanya sekedar sarkasme untuk orang-orang yang "mungkin" mengalami pribadi seperti itu, dan kami mencoba meng-counter situasi tersebut, dalam scene kami.

Maladaptif Terror Crew (MTC) adalah sebuah scene/komunitas/kolektif yang cukup aktif di kota Solo, aktivitasnya pun beragam. Tentu ada tujuannya bukan? Apa saja? Sebutkan!
          Sebenarnya jika berbicara masalah movement, kami tidak jauh berbeda dengan scene-scene yang lain. Seperti masih aktif dalam gigs "do it yourself", seperti apa gigs do it yourself (DIY)? Saya rasa tidak perlu ber-eksplanasi panjang lebar di sini. Kegiatan lain seperti Food Not Bombs (FNB) yang masih rutin kami lakukan setiap 1 bulan sekali. Tujuan? Tujuan dari aksi itu bukan semata-mata karena kami ingin berbagi atas nama "PUNK", lebih dari itu kami melakukan itu atas dasar kemanusiaan, kepedulian terhadap sesama. Aksi yang lain yang pernah kami lakukan antara lain, aksi penghormatan pejalan kaki, dengan turun ke jalan dan memberikan himbauan terhadap para pengendara motor untuk lebih taat terhadap pejalan kaki. Berikutnya aksi reboisasi atau yang kami sebut dengan "green vacation", aksi penanaman pohon di daerah yang bisa di bilang sangat membutuhkan reboisasi itu sendiri. Dari mana dana kita untuk melakukan aksi itu? Tidak ada sama sekali campur tangan sponsor/media dalam setiap aksi kami, semua murni kita kumpulkan dari dana kolektif kita bersama baik dari kawan-kawan MTC atau semua volunteer yang terlibat dalam aksi-aksi kami.

Pendapat tentang pandangan negatif terhadap punk?
          Haha, itu masalah kolosal! Saya rasa stigma yang dibikin orang terhadap punk itu, sudah ada ketika kita mengenal adat istiadat di kota yang saya tempati saat ini, mungkin juga di kota lain. Punk negatif, mabuk-mabukan, radikal, gembel, atau apalah judgement orang terhadap punk, saya sedikit apatis masalah itu. Kita tidak bisa mendikte orang untuk merubah citra dan stigma orang terhadap punk itu sendiri. Sekarang jika kita selalu berfikir bahwasanya semua hal yang luarnya negatif pasti dalamnya negatif, itu konyol! Menjadi pelajaran untuk kedua pelaku dalam kasus ini, masyarakat dan punkers. Orang semakin pintar untuk menilai suatu hal, jadi jika memang kita ingin membuktikan bahwasanya stigma itu salah, tunjukan dari individu kita sendiri dulu. Banyak esensi positif yang bisa kita dapatkan dari empat huruf pembangkangan itu sendiri, "P.U.N.K" Jadi, apapun judgement orang terhadap kita, tanggapi dengan positif, karena kekerasan bukan solusi untuk memecahkan sebuah masalah! berfikirlah pintar!

Pesan-pesan untuk pembaca? Oh iya, tambahkan pula kalau ada yang perlu ditambahkan, terutama informasi tentang album baru kalian!
          Untuk para pembaca, saya rasa jangan hanya sekedar mengkoleksi zine atau apapun untuk perbendaharaan pola pikir kalian. Karena parahnya itu akan bisa jadi doktrin yang salah jika kalian tidak bisa memahami esensi dari setiap bait yang kalian baca. Making zine threat again! Share ke temen-temen kalian, make friend not war! Untuk album baru kita saya rasa review di atas sudah cukup untuk mewakili seperti apa album kita yang akan rilis tahun ini. Matur suwun, making punk threat again, don't make the punk for violence! Oi!

Tuesday, October 23, 2012

Bugil Bareng Homealone

Flyer Bugil Bareng
          Bugil Bareng - komunitas/wadah apresiasi seni yang digagas kolektif oleh kawan-kawan muda penggiat seni di kota Sala, bertujuan untuk memacu ruang dialog publik yang intim antara pelaku seni, pengkaji seni dan penikmat seni yang sengaja dikemas sederhana dan akrab dalam lingkup akustik. Edisi perdana BUGIL BARENG HOMEALONE yang akan dilangsungkan pada Rabu 24/10/2012 mulai pukul 19.00-pukul tak terhingga @ Kedai Kopi 7, Jl. Punkrock, Kentingan-sebelah selatan kampus 1 ISI Surakarta, pada kesempatan perdana ini komunitas Bugil Bareng menggandeng seniman musik HOMEALONE, sebuah Band peranakan Punk/Synth/Psychedelic yang merupakan partikelir aktif dalam lini aktivisme musik kota Sala hingga saat ini, nantinya HOMEALONE akan membuka diskusi tentang wawasan bermusik mereka, sekaligus diskusi materi pre-launching pada album perdana mereka yang akan segera release. Komunitas Bugil Bareng bersifat terbuka dan membangun kerjasama kolektif dalam mengangkat kembali lini apresiasi karya seniman-seniman muda kota Sala. Mari bertelanjang sejenak, menatapi dan berbenah bersama.


Salam - Pata Bara

Saturday, August 11, 2012

Sriwedari Bootbois Berbagi (Revisi)

Fixed Flyer Sriwedari Bootbois Berbagi
          Jika sebelumnya telah saya post artikel berjudul Sriwedari Bootbois Berbagi : Preview, kali ini saya informasikan beberapa perubahan dalam acara tersebut. Awal mulanya, acara amal ini hendak dilangsungkan pada hari Sabtu tanggal 4 Agustus 2012 sore hari sewaktu ngabuburit hingga berbuka puasa. Namun, karena beberapa hal termasuk digunakannya venue (Meriam Taman Sriwedari) untuk berbagai acara yang bertepatan dengan rencana acara Sriwedari Bootbois Berbagi, maka acara aksi pembagian makanan gratis dan pakaian pantas pakai ini diundur menjadi hari Minggu tanggal 12 Agustus 2012. Dan untuk jam mulainya acara juga diundur menjadi pukul 18.00 WIB sampai selesai. Berlangsungnya acara ini juga dalam suasana berduka. Beberapa hari yang lalu, salah seorang kerabat dekat, anggota keluarga besar Sriwedari Bootbois yang bernama Santo atau yang lebih akrab dipanggil Badak (almarhum pernah bergabung dengan band SK.O.P) wafat akibat penyakit liver yang dideritanya. Semoga almarhum senantiasa tenang di sana dan memperoleh kebahagiaan abadi. We will meet again bro, sooner or later! Kembali ke inti acara Sriwedari Bootbois Berbagi, untuk band akustik pengisi juga mengalami perubahan. Tetapi itu bukan menjadi suatu masalah, karena mengingat tujuan utama acara ini adalah untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Band akustik hanya sebagai pengiring, sekedar hiburan semata.

NB : Dimohon dengan sangat untuk kesadaran teman-teman agar tidak membawa atau mengonsumsi alkohol di venue agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan, dan juga untuk menghormati bulan ramadhan.

Friday, August 10, 2012

Revivalis Ska Punk Kota Solo, Rat Ska City, Kabarnya Akan Rekaman Lagi

          Rat Ska City, the Riot Skunx Crew! Mengapa band ska punk asal kota Solo ini saya sebut revivalis? Yak, karena memang berdirinya mereka sejak bulan Agustus tahun 2008 lalu merupakan sebuah tonggak kebangkitan sub-genre ska punk di scene ska kota Solo. Sebelumnya, band-band ska di Solo yang ada pada masa itu hanya mengusung nuansa tradisional dan 2-Tone. Rat Ska City (RSC) dibentuk dari latar belakang personil yang beragam. Sebagian dari mereka adalah eks-personil Peppermint (RIP), dan ada juga yang sudah memiliki band sendiri-sendiri (Melodic/Pop Punk) seperti Descender dan No Perfect.
          Pada awal kemunculannya, mereka membawakan lagu-lagu dari band ska punk asal Bandung, Noin Bullet. Juga band legendaris asal negeri matahari terbit yang sekarang sudah tinggal nama, Kemuri. Hingga sekarang ini, mereka sudah menciptakan beberapa lagu seperti Bergerak, I Wanna Skankin Now, Pancen Kowe Lonthe! (PKL), dan You'll Never Walk Alone. Diantara semua lagu tersebut, baru ada satu buah lagu yang berhasil direkam, yaitu Bergerak. Selain disebarluaskan secara free download, single Bergerak juga diikutsertakan dalam sebuah album kompilasi yang didistribusikan secara gratis berjudul Indonesian Roots Compilation (2010). Di dalamnya terdapat band-band seperti The Authentics, Heavy Monster, Dirty Dolls, The Mobster, dan sebagainya. Seiring berjalannya waktu, karena kesibukan masing-masing personil akan pekerjaan, RSC menjadi kurang produktif. Tidak hanya dalam produksi materi (lagu), tetapi juga soal jam terbang. Yang dulunya padat, lambat laun mereka menjadi jarang menyambangi panggung. Namun itu bukan menjadi masalah, selama mereka masih bisa tetap bertahan di jalurnya dalam keadaan apapun.
          Di tengah situasi stagnan, terdengar sebuah kabar yang melegakan beredar di antara teman-teman. Bahwa dalam waktu dekat ini RSC akan kembali masuk ke studio rekaman. Katanya, mereka akan merekam salah satu single mereka yang berjudul Pancen Kowe Lonthe! (PKL). Haha, judul yang agak kasar untuk didengar di khalayak umum. Lagu yang di-mix dengan alunan campur sari dan bahasa Jawa ini menceritakan sebuah kisah dari seorang lelaki yang merasa dikecewakan oleh sang lawan jenis. Hingga muncul ungkapan "Pancen kowe lonthe!" (dalam bahasa Indonesia berarti "Memang kamu lonte/pelacur!") sebagai lirik di bagian reff. Selalu menjadi sing-along yang dinanti-nantikan dalam setiap penampilan Rat Ska City. Dan tak lama lagi, lagu Pancen Kowe Lonthe! (PKL) dari Rat Ska City akan segera dapat kita dengarkan setiap saat setelah melalui proses rekaman. Entah menjadi single yang disebarluaskan secara free, ikut kompilasi lagi, atau mempersiapkan mini/full album, kita tunggu saja langkah selanjutnya dari Riot Skunx Crew kota budaya ini. We wanna skankin now, bro!

Sunday, July 22, 2012

Sriwedari Bootbois Berbagi : Preview

          Setelah pada bulan puasa tahun lalu digelar sebuah acara akustik dan ngabuburit di Gedung Kesenian Solo (GKS), tahun ini sebuah scene tertua di Solo, Sriwedari Bootbois kembali mengadakan sebuah acara yang bertema hampir sama. Sriwedari Bootbois Berbagi, pada tanggal 4 Agustus 2012 mendatang di Panggung Meriam pelataran kompleks Taman Sriwedari, dan dimulai pukul 4 sore. Sebuah acara ngabuburit sambil berbagi kepada sesama, diisi beberapa band akustik seperti Tendangan Badut, The Working Class Symphony, Mooca Caboel, Samalona, The Suspender, The Radio, dan lain-lain. Kali ini diperluas, jika tahun lalu aksi berbagi makanan hanya dilakukan di seputar venue (GKS), maka acara tahun ini akan digerakkan hingga sepanjang jalan raya Slamet Riyadi. Juga akan ditambah aksi pengumpulan pakaian bekas pantas pakai untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan. Sedikit cerita, acara akustik dan ngabuburit tahun lalu molor sampai beberapa jam. Waktu ngabuburit yang semula disediakan untuk menampilkan performance akustik band terbuang banyak untuk mempersiapkan alat serta check sound. Hingga setelah waktu berbuka masih menyisakan beberapa band. Semoga penggunaan waktu untuk acara Sriwedari Bootbois Berbagi kali ini mampu berjalan efektif sesuai rencana. Satu yang masih menjadi pertanyaan, masihkah ada yang mabuk-mabukan dan berkeliaran di sekitar venue tanpa menggubris kelangsungan acara? Haha, kita tunggu saja besok pada tanggal 4 Agustus 2012 di Panggung Meriam pelataran kompleks Taman Sriwedari pukul 4 sore, Sriwedari Bootbois Berbagi!

NB : Bagi yang ingin berkontribusi, atau membutuhkan info lebih lanjut, bisa menghubungi nomor-nomor berikut, 08170440646 (Lius) & 081915318414 (Encik).