Saturday, November 3, 2012

Interview with Solo Pop Punk


          Solo Pop Punk, sebuah komunitas yang belum lama terbentuk. Menjadi sebuah wadah bagi para Po-Punkers di kota Solo pada khususnya. Kali ini adalah sebuah interview dengan salah satu member sekaligus founder Solo Pop Punk, Dimas, drummer dari Plunktone.

Kenalan dulu dim, apa dan siapakah Solo Pop Punk?
Solo Pop Punk itu suatu komunitas musik yang terdiri dari sebagian besar orang-orang Solo pecinta musik pop punk pastinya. Kami terdiri dari band maupun beberapa individu sebagai penikmat musik pop punk dan penyemangat (support) semua teman pop punk di Solo ataupun sekitarnya.

Kapan berdirinya Solo Pop Punk?
Tanggal 09 Juni 2012

Apa yang mendasari berdirinya Solo Pop Punk? Dan siapa yang memeloporinya?
Yang mendasari kita yaitu rasa kepedulian alias niat'an kita semua untuk mengembangkan dan menguatkan musik pop punk terutama di Solo dan semakin berkembang biaknya band beraliran pop punk di Solo.

Sebutkan visi dan misi dari Solo Pop Punk!
Visi dan Misi Solo Pop Punk adalah men-support apapun soal pop punk di wilayah Solo maupun sekitarnya. Seperti support karya band-band beraliran pop punk, mengembangkan karya musik dari keluarga Solo Pop Punk, memperat silaturahmi antar pecinta pop punk, saling bertukar pikiran soal pop punk, dan masih banyak lagi.

Sebutkan band-band yang sudah menjadi anggota keluarga Solo Pop Punk!
Plunktone, Hai Nama Saya Brenda, Descender, Hot Afternoon, No Perfect, After School Before Sunset, Hello Morning, Rise Team Fun, Hello Sucker Punch, Shit!!! You Awesome, After Youth, Wild Race, Nothing Memory, Roccaberry, Sunday Late Dinner, All The Kid, Having Fun, dan masih banyak lagi.

Ada persyaratan tertentu ngga nih buat masuk jadi anggota solo Pop Punk? :p
Kalau syarat khusus sebenarnya tidak ada, tapi buat teman - teman yang berminat gabung sama kita juga harus paham betul apa dasar tujuan kita & apa Solo Pop Punk itu.

Beberapa waktu lalu, Solo Pop Punk berhasil mengorganisasi sebuah gig dan aksi Food Not Bombs. Ceritakan bagaimana suka dukanya!
Kita bersyukur dan tak menyangka juga bisa mendapat hasil yang istimewa seperti itu, padahal di usia yang terbilang masih dini. Sukanya kita semua bisa menyampaikan apresiasi yang terkonsep apalagi bertema budaya. Bisa berbagi dengan sesama. Dukanya kita mengorbankan waktu, tenaga, dan materi. Tapi semuanya demi Solo Pop Punk serta Kota Solo.

Apa makna slogan "Kita Muda dan Berbudaya" di gig perdana Solo Pop Punk?
Kita Muda dan Berbudaya itu bermakna bahwa Solo Pop Punk sebagai anak-anak muda tidak hanya sekedar mengadakan event musik tapi bisa mempersembahkan musik beraliran pop punk mampu cover lagu-lagu Jawa yang sudah terkonsep dan mengenakan pakaian batik dengan maksud memantapkan tema berbudaya itu sendiri.

Kalo ngumpul-ngumpul biasanya kapan dan di mana?
Kita biasa kumpul setiap hari Jumat sekitar jam 21.00 malam di Wedangan Kijo (depan Lapangan Kota Barat).

Pesan-pesan atau salam-salam mungkin buat para pembaca?
Saya mewakili Solo Pop Punk alias saya sebagai pelopornya (kembali ke pertanyaan nomor 3). Pesan buat semua pembaca, teruslah membaca dan carilah ilmu sejauh mungkin. Karena di berani bermusik itu juga harus mempunyai amunisi banyak ilmu.

Contact Person : 085647527245 - 088806719148
Twitter : @SOLOPOPPUNK

Sound of Ska #4 - Sound for Animal

Riwayat Sound Of Ska
          Sound of Ska adalah sebuah acara rutin bagi penggemar musik ska yang sebelumnya sudah digelar tiga kali, terakhir tahun 2002. Setelah sekian lama vakum, acara keempat kembali dihadirkan pada tanggal 29 September 2012. Sebelumnya, acara ini merupakan hasil dari gerakan kolektif tokoh-tokoh penggiat scene ska lokal Jogjakarta, namun Sound of Ska #4 kali ini diselenggarakan oleh organizer baru bernama Chipez Production bekerjasama dengan Doggyhouse. Bila sebelumnya acara Sound of Ska hanya digunakan sebagai ajang berpesta bagi para penikmat musik ska, maka tema yang diangkat pada Sound of Ska #4  tahun 2012 ini adalah Ska for Animal, yakni sebagai gig yang berusaha menyampaikan pesan animal welfare. Dimana hasil dari penjualan tiket akan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan satwa-satwa terlantar.


Review Gig : Sound of Ska #4
          Bertempat di venue yang letaknya cukup strategis dan memang sering digunakan untuk berbagai macam gig maupun event tertentu, yaitu Jogja National Museum atau lebih akrab disebut JNM. Sound of Ska #4 melibatkan band-band dari berbagai daerah seperti The Authentics (Jakarta), Don Lego (Bandung), Youngster City Rockers (Malang), Aimee (Semarang), serta band-band tuan rumah seperti Shaggydog, Apollo 10, Bravesboy, dan Sri Plecit. Dengan HTM yang cukup terjangkau, pre-sale 12K dan on the spot 15K, tentu mampu menarik audience sedemikian banyaknya, tak hanya dari Jogja namun banyak pula yang datang dari berbagai daerah. Yang sudah pasti menjadi ajang reunian bagi para pecinta musik ska. Pintu masuk tiket dijaga dengan ketat, penggeledahan dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dimulai sekitar pukul 7 malam, dibuka oleh aksi dari band tuan rumah, yaitu Sri Plecit dan Bravesboy. Penonton mulai memenuhi lantai dansa. Lalu disambung oleh Aimee dari Semarang, membawakan alunan sweet ska & rocksteady dengan duo female vocal. Youngster City Rockers dari Malang menyusul dengan powerful ska-punk yang menjadi ciri khas mereka. Lalu, disuguhkan pula gabungan irama ska, British, and Sundanese yang menjadi ciri khas Don Lego, Bandung. Sayangnya, ketika crowd di lantai dansa mulai ramai justru terjadi hal yang tidak diinginkan, perkelahian. Kembali band tuan rumah yang berkesempatan tampil, yaitu Apollo 10, crowd semakin ramai dan sing along semakin meriah dengan lagu-lagu andalan mereka. Disusul The Authentics dari Jakarta, dimotori eks-personil Jun Fan Gung Foo (RIP) yang dulunya juga pernah menginjakkan kaki di panggung Sound of Ska. Ditutup dengan Shaggydog, band yang menjadi duta untuk mengkampanyekan perlindungan orang utan. Sangat disayangkan, sampai penampilan band terakhir masih saja terdapat beberapa adegan perkelahian, meski semuanya dalam skala kecil dan mampu dikendalikan. Semoga di lain waktu mampu terhindar dari insiden-insiden kampungan semacam ini. Acara selesai, dan semua pulang dengan damai. Oh iya, salut untuk semua yang telah membeli tiket masuk acara Sound of Ska #4, berarti secara tidak langsung telah membantu meningkatkan kesejahteraan dan mempertahankan kelangsungan hidup sat-satwa yang ada di sekitar kita.

Interview with Occupation Decay


          Kembali meng-interview band lokal, kali ini ada barisan noise/grind dari Ungaran yang berdiri sejak 2006, Occupation Decay. Dan saya berkesampatan mengajukan beberapa pertanyaan kepada sang mikroponis, Anom Baskoro AKA Bandhot.

Apa kabar? Occupation Decay lagi sibuk apa nih?
Baik-baik mas Bagas. Heheheh.

Pernah bongkar pasang personil? Atau masih solid dengan personil tetap sejak 2006?
Pernah mas. Ya karena satu dan laen hal, dan karena kurang sepaham juga. Hehhe.

Ceritakan suka duka yang pernah dialami Occupation Decay dari awal berdiri hingga sekarang!
Suka, sukanya tak terhingga hahha, dari subtansi mana aja heheh. Alcoholnya, temen-temen yang udah support kita, bikin materi baru, dan yang pasti nambah saudara mas. Duka, pas lagi bokek tapi pengen ngejam, hahaha. Dan yang paling bikin kesel, di saat perform, ada yang berantem ga jelas.

Sebutkan diskografi Occupation Decay!
2011 : First Demo "Untuk Kalian" berisi 7 lagu include intro dan outro.
2012 : "Lakukan Atau Tidak" Kompilasi. Kompilasi atas kerjasama temen-temen dari Bogor dan temen-temen dari slowXfast (Semarang Fastcore).
2012 : Illegal Split "Sounds of Blast". Occupation Decay VS Genocide (Jogja).

Bisa diceritakan tentang arti logo anti-music/anti-sound?
Hampir seluruh band-band noise pasti pakai lambang itu. Untuk saya pribadi, yaitu perlawanan ke major label. Di major label sendiri kita dituntut untuk memenuhi selera pasar (bukankah itu pembunuhan karakter namanya). Sedangkan apa yang mayoritas orang suka, kami belum tentu suka, heheh. Ya intinya, Raw! Heehehe. Tapi itu buat saya mas, ga tau kalau pemikiran orang lain, hehehe.

Anda satu-satunya skinhead di band ini. Dan pada umumnya skinhead hanya memainkan musik Jamaika (ska, rocksteady, reggae, dan semacamnya), atau Oi!/Punk Rock, dan paling banter oldschool hardcore. Bagaimana tanggapan anda tentang skinhead di sebuah band grindcore seperti anda ini?
Kenapa ada skinhead di band noise? (Dalam hal ini, saya) Skinhead, sebuah subkultur atau way of life dari kelas pekerja (yang saya kira mas bagas pasti udah tau, hehe) Jadi, skinhead bukan genre. Dan saya tetap mencintai musik-musik dari roots itu sendiri (ska, reggae, oi!, hc) Saya mengenal subkultur ini pertengahan 2007. Dan band saya sudah ada sejak 2003. Kenapa di sini saya sebut 2006? Karena itu tahun pertama OD perform (sebelumnya ga pernah niat perform, maklum bukan musisi, hehe)

Terakhir, bagaimana tanggapan anda tentang segala hal yang berbau hardcore dan metal yang sepertinya sedang nge-trend di kalangan anak muda akhir-akhir ini?
Hehehe, hc dan metal yang mulai merebak. Di sini saya melihat, dari kakak-kakak senior yang jelas ikut andil besar dalam perkembangan trend yang ada di hc dan metal. Senioritas dan doktrin artis-artis hc dan metal begitu kuat, hingga pemikiran yang berbau profit dan modus vagina sangat kental akhir2 ini. Buat kami ya senioritas ngentot!!! Berkedok membesarkan scene, tetapi ujungnya modus dan duit juga.

Friday, November 2, 2012

Bugil Bareng #2 (Forum Diskusi, Akustik Perform, Bedah Karya Tulis, dan Pameran Foto Gigs)


Sekedar Himbauan!
Berhubung venue show ini sedikit berbahaya (ekstrim) maka dianjurkan buat teman-teman yang datang dalam show ini agar :
1. Usahakan tidak mengkonsumsi alkohol/apapun yang sekiranya dapat menggangu keselamatan anda di atas jembatan penyeberangan. (bukan bermaksud untuk meng-eksklusifitaskan show ini dengan non-alkohol) melainkan untuk antisipasi keselamatan kita bersama.
2. Berhubung kondisi jembatan yang kurang baik, kami bermaksud melakukan sedikit renovasi yang akan dilakukan sebelum dan sesudah acara, dan buat teman-teman diharap kerelaan nya untuk membantu aksi ini. 
3. Saat di atas jembatan kami menyediakan asbak dan tempat sampah agar teman-teman sadar bahwa di bawah kalian masih banyak orang yang lalu lalang di bawah jembatan "mengingat ini jalan umum" dan agar tidak menggangu kenyamanan orang yang melintas (buang sampah di tempat yang kami sediakan dan jangan sembarangan membuang puntung api rokok kalian)
4. Kami menyediakan akses untuk naik ke atas jembatan hanya dari satu titik, mengingat jembatan yang kami tutup akses nya, kondisinya sudah sangat parah, dan mengantisipasi hal-hal buruk yang kemungkinan terjadi.
5. Kami menyediakan lahan parkir untuk kalian yang datang menggunakan transportasi kendaraan pribadi, jadi tolong di parkirkan sesuai dengan ruang yang sudah kami sediakan.

Semoga dengan kerjasama kita bersama acara ini dapat berjalan dengan lancar.

------- Terima Kasih -------

Tuesday, October 23, 2012

Bugil Bareng Homealone

Flyer Bugil Bareng
          Bugil Bareng - komunitas/wadah apresiasi seni yang digagas kolektif oleh kawan-kawan muda penggiat seni di kota Sala, bertujuan untuk memacu ruang dialog publik yang intim antara pelaku seni, pengkaji seni dan penikmat seni yang sengaja dikemas sederhana dan akrab dalam lingkup akustik. Edisi perdana BUGIL BARENG HOMEALONE yang akan dilangsungkan pada Rabu 24/10/2012 mulai pukul 19.00-pukul tak terhingga @ Kedai Kopi 7, Jl. Punkrock, Kentingan-sebelah selatan kampus 1 ISI Surakarta, pada kesempatan perdana ini komunitas Bugil Bareng menggandeng seniman musik HOMEALONE, sebuah Band peranakan Punk/Synth/Psychedelic yang merupakan partikelir aktif dalam lini aktivisme musik kota Sala hingga saat ini, nantinya HOMEALONE akan membuka diskusi tentang wawasan bermusik mereka, sekaligus diskusi materi pre-launching pada album perdana mereka yang akan segera release. Komunitas Bugil Bareng bersifat terbuka dan membangun kerjasama kolektif dalam mengangkat kembali lini apresiasi karya seniman-seniman muda kota Sala. Mari bertelanjang sejenak, menatapi dan berbenah bersama.


Salam - Pata Bara