Wednesday, August 15, 2012

Laporan dari TKP Sriwedari Bootbois Berbagi

Aksi Berbagi
          Sriwedari Bootbois Berbagi, ide tercetus di awal bulan puasa, tanggal sempat diundur, dan akhirnya mampu direalisasikan pada hari Minggu tanggal 12 Agustus 2012. Sore itu, seperti yang terlihat pada gambar di samping, sebagian kawan-kawan Sriwedari Bootbois sudah turun ke jalan (sekitar Jl. Slamet Riyadi) untuk membagi makanan gratis dan pakaian pantas pakai bagi sesama yang sekiranya membutuhkan. Target utama ditujukan kepada tukang becak dan para lanjut usia yang sedang melintas. Sebelumnya, amunisi makanan gratis dan pakaian pantas pakai telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Bermodal dana kolektif personal dan band akustik pengisi acara, serta pakaian bekas yang juga dikumpulkan dari semua pihak baik dari pertemanan maupun sumbangan.
          Langit mulai gelap, dan aksi berbagi ini ditutup dengan penampilan band-band akustik yang dimulai sekitar pukul 7 malam. Bertempat di panggung permanen (meriam) depan pintu gerbang Taman Sriwedari. Segala macam peralatan band dalam acara malam itu dipersiapkan oleh teman-teman UKM Band ISI Surakarta. Tendangan Badut tampil sebagai band pembuka sekaligus penutup. Selain TB, banyak juga band-band format akustik yang tampil di malam itu, antara lain The Radio dengan lagu-lagu Naif-nya. Mooca Caboel menyajikan punk rockustik dan menyisipkan lagu baru mereka yang berjudul Make Love Not War. The Suspender, lalu OM. Daliman yang mengajak bergoyang dan bernyanyi bersama dengan alunan old school dangdut semacam Pancaran Sinar Petromaks (PSP) dan Pengantar Minum Racun (PMR). Disusul Monopolice yang hanya tampil berdua. Kemudian ada Home Alone dan All Night Long. The Cloves and The Tobacco dari Jogjakarta berhalangan hadir. Di tengah acara sempat diisi penampilan duet dari kawan yang bernama Spongebob dan Wege. Mewakilkan diri untuk SK.O.P, mereka menyanyikan lagu dari Misfits yang berjudul Saturday Night spesial untuk almarhum Santo AKA Badak di surga yang telah berpulang tempo hari. Tangan Spongebob sampai berdarah saat menggenjreng gitar malam itu. Acara sempat terhenti beberapa menit dan terancam usai di tengah jalan karena muncul isu bahwa akan ada ormas agamis radikal yang melakukan sweeping di lokasi acara tersebut. Tapi syukurlah hal itu tidak benar, sehingga acara berjalan lancar hingga usai. Senang rasanya bisa berbagi dengan sesama. Semoga di kemudian hari, aksi-aksi berbagi seperti ini tidak hanya dilakukan saat bulan puasa, bisa kapan saja.

Penampilan Band Akustik

Tuesday, August 14, 2012

Review Sebuah Private Gig Bertitel "Kok Sepi Sih?!"

          Bulan puasa ga harus melulu akustik! Hari Senin tanggal 13 Agustus 2012 di Taman Eden ISI Surakarta, Wasted Youth Private Gig "Kok Sepi Sih?!". Sudah jelas ini adalah sebuah acara private. Minim publikasi, tidak begitu digembor-gemborkan sana-sini. Gig ini atas nama "Wasted Youth" (pemuda yang terbuang) yang notabene adalah anak-anak UKM Band ISI Surakarta. Dan istilah wasted youth ini menurut saya juga bisa dilabelkan kepada semua teman-teman partisipan yang menghadiri private gig ini. Di saat semua lembaga pendidikan sibuk dan terlalu serius dengan urusan mahasiswa baru di tahun ajaran baru, tuan rumah private gig ini yaitu ISI Surakarta justru mampu meluangkan waktu untuk memberikan sebuah ruang yang saya rasa cukup, untuk melampiaskan rasa keterbuangan (mungkin) dari para mahasiswanya. Bahkan menurut salah satu panitia, acara yang dimulai malam hari pukul 8 ini mendapat ijin dari kampus sampai pukul 2 dini hari. Wow, two thumbs up untuk kampus ISI Surakarta, khususnya teman-teman dari UKM Band!
          Private gig ini hanya berbekal alat dan amplifier seadanya dari Studio Bawah Tanah ISI Surakarta yang diletakkan secara "lesehan" (tanpa panggung) di pelataran taman yang disebut sebagai Taman Eden. Band-band pengisi malam itu berasal dari jaringan pertemanan sendiri. Home Alone tampil sebagai pembuka, disusul All Night Long, lalu No Stereo Yellow. NSY kali ini tampil tanpa Sarah yang sedang berhalangan hadir, kekosongan ini ditempati oleh Yvonne, vokalis Little Monster yang memiliki karakter hampir sama dengan Sarah. Kemudian disambung oleh perwakilan dari Solo Blues Rock (SBR), yaitu Scootled yang berhasil membuat penonton liar dengan membawakan lagu Ace Of Spades milik Motorhead. Disusul masih dari perwakilan SBR, Jollyroger. Dan akhirnya ditutup oleh No Perfect, yang membawa penonton bernyanyi bersama dengan single terbaru mereka, Tamasya Cinta. Band melodic/pop punk ini menggantikan posisi Yeay! Everyday yang pada waktu itu berhalangan hadir. Semakin malam semakin liar, penonton semakin berani untuk bernyanyi bersama dan crowd-surfing sana-sini, sampai ada beberapa yang terjatuh termasuk saya, hahaha.
          Acara berjalan lancar dari awal hingga akhir. Tidak ada gangguan apapun dari dalam maupun luar, meskipun ada sedikit jam karet di awal acara. Yang jelas, luput dari gangguan aparat dan ormas tertentu, itu yang terpenting. Misi terpenuhi, acara ini mampu memberi hiburan tersendiri dan mengobati kejenuhan akan langkanya sebuah gig berformat full-band, mengingat saat ini adalah bulan puasa. Usai acara, saya berbincang ringan dengan salah seorang panitia. Kabarnya, acara semacam ini akan diadakan secara berkala. Menghadirkan bermacam-macam band tanpa membeda-bedakan genre musik maupun komunitas dari mana mereka berasal. Saya angkat topi untuk semua teman-teman yang selalu mendukung dan memberi ruang untuk berekspresi serta berapresiasi. Ora peduli opo musik lan artise, sing penting guyub!

Saturday, August 11, 2012

Sriwedari Bootbois Berbagi (Revisi)

Fixed Flyer Sriwedari Bootbois Berbagi
          Jika sebelumnya telah saya post artikel berjudul Sriwedari Bootbois Berbagi : Preview, kali ini saya informasikan beberapa perubahan dalam acara tersebut. Awal mulanya, acara amal ini hendak dilangsungkan pada hari Sabtu tanggal 4 Agustus 2012 sore hari sewaktu ngabuburit hingga berbuka puasa. Namun, karena beberapa hal termasuk digunakannya venue (Meriam Taman Sriwedari) untuk berbagai acara yang bertepatan dengan rencana acara Sriwedari Bootbois Berbagi, maka acara aksi pembagian makanan gratis dan pakaian pantas pakai ini diundur menjadi hari Minggu tanggal 12 Agustus 2012. Dan untuk jam mulainya acara juga diundur menjadi pukul 18.00 WIB sampai selesai. Berlangsungnya acara ini juga dalam suasana berduka. Beberapa hari yang lalu, salah seorang kerabat dekat, anggota keluarga besar Sriwedari Bootbois yang bernama Santo atau yang lebih akrab dipanggil Badak (almarhum pernah bergabung dengan band SK.O.P) wafat akibat penyakit liver yang dideritanya. Semoga almarhum senantiasa tenang di sana dan memperoleh kebahagiaan abadi. We will meet again bro, sooner or later! Kembali ke inti acara Sriwedari Bootbois Berbagi, untuk band akustik pengisi juga mengalami perubahan. Tetapi itu bukan menjadi suatu masalah, karena mengingat tujuan utama acara ini adalah untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Band akustik hanya sebagai pengiring, sekedar hiburan semata.

NB : Dimohon dengan sangat untuk kesadaran teman-teman agar tidak membawa atau mengonsumsi alkohol di venue agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan, dan juga untuk menghormati bulan ramadhan.

Friday, August 10, 2012

Revivalis Ska Punk Kota Solo, Rat Ska City, Kabarnya Akan Rekaman Lagi

          Rat Ska City, the Riot Skunx Crew! Mengapa band ska punk asal kota Solo ini saya sebut revivalis? Yak, karena memang berdirinya mereka sejak bulan Agustus tahun 2008 lalu merupakan sebuah tonggak kebangkitan sub-genre ska punk di scene ska kota Solo. Sebelumnya, band-band ska di Solo yang ada pada masa itu hanya mengusung nuansa tradisional dan 2-Tone. Rat Ska City (RSC) dibentuk dari latar belakang personil yang beragam. Sebagian dari mereka adalah eks-personil Peppermint (RIP), dan ada juga yang sudah memiliki band sendiri-sendiri (Melodic/Pop Punk) seperti Descender dan No Perfect.
          Pada awal kemunculannya, mereka membawakan lagu-lagu dari band ska punk asal Bandung, Noin Bullet. Juga band legendaris asal negeri matahari terbit yang sekarang sudah tinggal nama, Kemuri. Hingga sekarang ini, mereka sudah menciptakan beberapa lagu seperti Bergerak, I Wanna Skankin Now, Pancen Kowe Lonthe! (PKL), dan You'll Never Walk Alone. Diantara semua lagu tersebut, baru ada satu buah lagu yang berhasil direkam, yaitu Bergerak. Selain disebarluaskan secara free download, single Bergerak juga diikutsertakan dalam sebuah album kompilasi yang didistribusikan secara gratis berjudul Indonesian Roots Compilation (2010). Di dalamnya terdapat band-band seperti The Authentics, Heavy Monster, Dirty Dolls, The Mobster, dan sebagainya. Seiring berjalannya waktu, karena kesibukan masing-masing personil akan pekerjaan, RSC menjadi kurang produktif. Tidak hanya dalam produksi materi (lagu), tetapi juga soal jam terbang. Yang dulunya padat, lambat laun mereka menjadi jarang menyambangi panggung. Namun itu bukan menjadi masalah, selama mereka masih bisa tetap bertahan di jalurnya dalam keadaan apapun.
          Di tengah situasi stagnan, terdengar sebuah kabar yang melegakan beredar di antara teman-teman. Bahwa dalam waktu dekat ini RSC akan kembali masuk ke studio rekaman. Katanya, mereka akan merekam salah satu single mereka yang berjudul Pancen Kowe Lonthe! (PKL). Haha, judul yang agak kasar untuk didengar di khalayak umum. Lagu yang di-mix dengan alunan campur sari dan bahasa Jawa ini menceritakan sebuah kisah dari seorang lelaki yang merasa dikecewakan oleh sang lawan jenis. Hingga muncul ungkapan "Pancen kowe lonthe!" (dalam bahasa Indonesia berarti "Memang kamu lonte/pelacur!") sebagai lirik di bagian reff. Selalu menjadi sing-along yang dinanti-nantikan dalam setiap penampilan Rat Ska City. Dan tak lama lagi, lagu Pancen Kowe Lonthe! (PKL) dari Rat Ska City akan segera dapat kita dengarkan setiap saat setelah melalui proses rekaman. Entah menjadi single yang disebarluaskan secara free, ikut kompilasi lagi, atau mempersiapkan mini/full album, kita tunggu saja langkah selanjutnya dari Riot Skunx Crew kota budaya ini. We wanna skankin now, bro!

Tuesday, August 7, 2012

Memperkenalkan, Rude And Reckless


          Memperkenalkan sebuah proyek musikal baru yang saya rintis bersama salah seorang teman yang notabene juga merupakan rekan satu band di The Suspender, Raditya Guntur Dewangga AKA Gendut. Proyek ini dinamai Rude And Reckless. Mengapa Rude And Reckless? Entahlah, tidak peduli berkaitan atau tidaknya dengan arti secara harfiah, saya rasa judul lagu The Slackers satu ini cocok untuk disandang sebagai nama proyek musikal kami berdua. Sebenarnya, ide perintisan proyek Rude And Reckless ini sudah dimulai sejak bulan April tahun 2011 yang lalu. Karena ini adalah proyek santai, hingga sekarang kami masih merangkak dan berlatih untuk berjalan di jalur yang kami lalui.
          Rude And Reckless bukanlah proyek musikal yang berformat full band. Kami adalah duo, hanya berdua. Duet maut yang jika disejajarkan akan membentuk angka "10", saya yang kurus seperti angka 1 dan Gendut yang berpostur sesuai namanya, haha, seperti angka 0.
          Musik yang kami mainkan adalah tak jauh dari akar musik Jamaika. Sesuai basic kami di The Suspender. Namun yang membedakan adalah tidak digunakannya alat musik lengkap seperti pada format band, karena kami menggunakan konsep musik elektronik. Secara umum kami menyebutnya Electronical Jamaican Music. Ide berawal dari saya, mengetahui pada saat itu Gendut sedang hobi bermain dengan fruity loop/midi controler, saya ajaklah dia. Kami terinspirasi dari musik-musik Jamaika beserta kultur di dalamnya seperti Mento, Calypso, Ska, Rocksteady, Reggae, Dub, Dancehall, Ragga Muffin, street soundsystem, turntables, DJ, MC, toasters, dan sebagainya. Dan para pendahulu yang menginspirasi kami antara lain Lee "Scratch" Perry, Dr. Ring Ding, Ninjaman, Asian Dub Foundation, Mighty Massa & The Ska Revolutionaires, Dubyouth Soundsystem, Ras Muhamad, dan tak lupa The "Legendary" Skatalites. Dalam proyek ini, saya berada di posisi vokal dan mengatur konsep musik yang disusun. Sedangkan untuk produksi penyusunan musik ada pada Gendut.
          Proyek ini dibuat untuk bersenang-senang, tidak lebih untuk menyalurkan hobi semata. Selain itu juga eksplorasi musikal dari musik yang kami mainkan sebelumnya di The Suspender.

Facebook Page : Rude And Reckless
Twitter : @Rude_Reckless