Thursday, May 3, 2012

Dancehall Satan : Satanic Thrash Ska


          Pertama kali mendengar nama band yang satu ini melalui salah satu situs mp3 download band-band Ska dan semacamnya, saya mersa tertarik karena keunikan namanya. Dancehall Satan, band ini berasal dari Jerman. Pada nama band ini, jelas tercantum "Dancehall", Dancehall bisa diartikan sebagai lantai dansa, dan Dancehall juga merupakan salah satu sub-genre dari musik Jamaika. Lalu bagaimana dengan "Satan"? Begitu penasarannya saya, langsung saja saya download lagu mereka disusul browsing tentang band ini di Youtube. Setelah saya lihat dan dengarkan, ternyata benar-benar unik. Mereka mencampuradukkan beberapa unsur yang saya kira kurang match jika disatukan, antara lain Punk, Thrash, Metal, dan juga Ska itu sendiri. Tetapi bagaiana hasilnya? Mereka berhasil memadukannya secara hebat, mereka menyebutnya Satanic Thrash Ska.



*More Info :

The Suspender - Realize

          Sebuah lirik lagu yang pertama kali saya tulis sekitar awal tahun 2007. Pada saat itu, saya masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Atas, bersama teman-teman satu band saya, The Suspender, mencoba menyusun kord untuk lagu pertama karya band kami. Setelah tersususun, saya mencoba memasukkan lirik yang sederhana, bertema sesuai apa yang kami alami sewaktu itu. Merasa jenuh dengan pendidikan, sekolah, seenaknya sendiri, kenakalan remaja, tetapi pada akhirnya kami sadar bahwa masa depan itu penting, dan segera membuat perubahan dalam hidup kami. Seperti inilah liriknya :

The Suspender - Realize

Everytime I must study hard
Attend the lesson at school and also study at the night
So I feel so fuckin' bored
I think that's not make everything's alright

Waking up early in the morning
I open up my window and look the sun shine so bright
Then I feel my brain was still dizzy
I think that caused by drunk last night

But now, I realize
I'll start to think my future
But now, I realize
I'll make many changes in my life


         Lagu ini telah direkam dalam 2 versi. Yang pertama pada akir tahun 2007, untuk sebuah demo dengan menggunakan home studio, sound drums masih berupa midi. Yang kedua, awal tahun 2008, sudah menggunakan full-track record di studio. Lagu ini pun sudah tersebar melalui rilisan album, seperti split album dengan sebuah band alternatif-new wave bernama Joni (RIP) bertitel "Sahabat" (2008) rilisan Studio 29 Production dan album kompilasi "The Gank Is Back vol. 1" (2010) rilisan Semangat Djoeang Records. Download : The Suspender - Realize

Anarki dan Segala Kesalahkaprahannya di Indonesia


         Pernahkah kalian mendengar istilah "anarki" di berbagai media seperti televisi, surat kabar, majalah, radio, dan sebagainya? Anarki selalu diartikan sebagai kekerasan (violence/vandalism) terhadap suatu hal. Padahal, secara etimologi, kata anarki adalah sebuah kata serapan dari anarchy (Bahasa Inggris), anarchie (Belanda, Jerman, Perancis), dan anarchos/anarchia (Yunani). Ini merupakan kata bentukan (tidak/tanpa/nihil) yang disisipi n dengan archos/archia (pemerintah/kekuasaan). Anarchos/anarchia = tanpa pemerintahan. Sedangkan "anarkis" berarti orang yang mempercayai dan menganut anarki. Hakikat anarki meliputi 4 hal berikut :
  1. Anarki adalah perindu kebebasan martabat individu dan menolak segala bentuk penindasan. Jika penindas itu kebetulan pemerintah, ia memilih masyarakat tanpa pemerintah. Jadi, anarki sejatinya merupakan bumi utopis yang dihuni individu-individu yang tidak mau memiliki pemerintahan dan menikmati kebebasan mutlak.
  2. Konsekuensi butir pertama adalah, anarki lalu antihirarki. Sebab hirarki selalu berupa struktur organisasi dengan otoritas yang mendasari cara penguasaan yang menindas. Bukannya hirarki yang jadi target perlawanan, melainkan penindasan yang menjadi karakter dalam otoritas hirarki tersebut.
  3. Anarkisme adalah paham hidup yang mencita-citakan sebuah kaum tanpa hirarki secara sospolekbud yang bisa hidup berdampingan secara damai dengan semua kaum lain dalam suatu sistem sosial. Ia memberi nilai tambah, sebab memaksimalkan kebebasan individual dan kesetaraan antar individu berdasarkan kerjasama sukarela antarindividu atau grup dalam masyarakat.
  4. Tiga butir di atas adalah konsekuensi logis mereaksi fakta sejarah yang telah membuktikan, kemerdekaan tanpa persamaan cuma berarti kemerdekaan para penguasa, dan persamaan tanpa kemerdekaan cuma berarti perbudakan.
         Sedangkan pengertian anarki di Indonesia sampai saat ini masih saja total salah kaprah! Diakibatkan pembodohan pemerintahannya yang tidak mau tersaingi dan mempengaruhi semua elemen masyarakat dengan pembohongan publik tentang apa sebenarnya anarki itu.

*Referensi : Wikipedia

Filosofi Kecoa

          Kita semua pasti tahu tentang salah satu hewan yang menjijikkan ini. Kecoa biasa kita jumpai hampir setiap hari, dimana saja kita berada. Di kamar mandi, sudut dapur, selokan, bahkan hewan ini suka nyasar dan kadang terbang memasuki kamar tempat kita tidur. Tetapi pada umumnya, kecoa hidup di tempat yang kotor, tersembunyi, dan susah dijangkau. Dengan bentuknya yang menjijikkan, kecoa mampu membuat sebagian besar orang merinding jika melihat apalagi sampai menyentuh baik sengaja ataupun tidak, bahkan ada orang yang sampai memiliki ketakutan secara berlebihan atau phobia terhadap hewan ini. Sehingga, kecoa menjadi salah satu hewan yang dijauhi dan dibenci umat manusia.
          Dari semua ciri-ciri kecoa yang mayoritas negatif tadi, saya akan mengambil sebagian kecil sisi positif dari hewan yang dibenci manusia ini. Kita semua pasti sering terganggu dengan keberadaan kecoa. Pernahkah kalian melihat hewan ini dalam posisi terbalik/terjungkal? Pasti pernah, dalam posisi seperti ini, kecoa pasti akan berusaha dengan sangat amat keras untuk kembali membalikkan tubuhnya ke posisi normal agar mampu berjalan atau terbang seperti sedia kala. Bahkan saking jijiknya, ketika hendak mengusir, kita biasanya langsung mencoba untuk membunuhnya. Apa yang kita lakukan untuk mengusir kecoa selalu berlangsung secara tragis, entah menyemprotnya dengan racun serangga atau langsung menebasnya dengan suatu benda bahkan menginjaknya hingga gepeng dan hancur.
          Berdasarkan pengamatan bodoh saya tentang berbagai macam sifat kecoa, saya langsung menghubungkan hal-hal tersebut dengan karakteristik kita sebagai umat manusia. Kecoa tidak pernah mempunyai niat untuk mengganggu manusia, mereka hanya menjalani hidup mereka sewajarnya. Begitu pula manusia, kadang kala apa saja yang kita lakukan, baik maupun buruk, sengaja maupun tidak, tanpa kita sadari mungkin ada orang lain yang tidak menyukainya, hingga mungkin membenci kita, bahkan menghancurkan kita. Masalah, beban, resiko, halangan, dan rintangan telah menjadi pendamping setia dalam kehidupan.
          Kita boleh saja dibenci, kita boleh saja down, kita boleh saja mengalami depresi, kita boleh saja terjungkal dan terhempas keras. Tetapi, apakah semua hal tersebut kita diamkan begitu saja? Tidak! Kita harus meniru apa yang dilakukan oleh kecoa ketika mereka terbalik/terjungkal, mereka selalu berusaha keras untuk mencoba bangkit kembali, meskipun memiliki resiko yang menakutkan, yaitu kematian. Jika kita hanya diam dan tak mampu berjuang, semestinya kita malu terhadap makhluk yang selama ini kita anggap menjijikkan tersebut.

Tuesday, May 1, 2012

Viva La Woman : Review

          Viva La Woman, 21 April 2012, Jogja National Museum, pukul 5 sore sampai selesai. Dari judul dan hari pelaksanaannya sudah bisa kita tebak tema dari ini. Sebuah gig persembahan Jogja Ladies Punx dalam rangka memperingati Hari Kartini, yang setiap tahunnya jatuh pada tanggal 21 April. Flashback ke masa lalu, Kartini adalah pahlawan emansipasi wanita yang bergerak melawan sistem penjajah yang selalu menomorduakan kaum perempuan. Pada saat itu, perempuan selalu tertindas, contohnya dalam hal pendidikan. Perempuan tidak pernah mendapat pendidikan yang layak, hingga pada akhirnya Kartini mendirikan sekolah sendiri untuk kaum perempuan pribumi.
          Kembali ke gig Viva La Woman, filosofi yang sama juga berlaku di sini. Dengan gig Viva La Woman ini, organiser yang menamakan dirinya Jogja Ladies Punx, yang notabene merupakan kumpulan para Ladies Punk di seantero Jogjakarta, ingin menunjukkan bahwa saat ini perempuan bukan hanya pemanis dan kaum follower belaka di sebuah scene, khususnya Punk. Kaum perempuan (Ladies Punks) juga bisa melakukan apa yang bisa dilakukan laki-laki. Seperti mengorganisasi sebuah gig, bermusik, dan aktivitas pergerakan lainnya di sebuah scene Punk.
Pamflet Viva La Woman
          Isu dan flyer gig Viva La Woman ini telah dipublikasikan jauh sebeluh hari H, hasilnya tepat pada hari pelaksanaan gig ini sangat ramai didatangi oleh banyak audience dari berbagai kota di penjuru Pulau Jawa. Gig ini juga menghadirkan beberapa band dari berbagai kota seperti Self Revolution (Malang), Dhoho 45 (Kediri), Tendangan Badut (Solo), Demster (Bumiayu), Proyek Liar (Magelang), dan Scream Of Oi! (Semarang). Di samping itu juga banyak menampilkan local act dari Jogjakarta sendiri, antara lain Human Chaos, DOM 65, Anti Loser, A Sistem Rijek ?!, The Coppers, Three Monkeys, dan sebagainya. Sepanjang acara, audience sangat puas dengan aksi band-band Punk, Oi!, Hardcore, Ska, dan Rockabilly yang semuanya tampil dalam form terbaiknya. Dari sekian banyak band yang mengisi, ada beberapa band yang melibatkan personil perempuan, lebih tepatnya sebagai pemegang mikrofon alias vokalis, yaitu Scream Of Oi! (Oi! - Semarang) dan Through Out (Hardcore - Jogjakarta). Crowd penonton dari awal hingga akhir acara patut diacungi jempol, meskipun ada beberapa insiden kecil yang terjadi di luar venue. Begitu pula kinerja panitia, Jogja Ladies Punx, yang tergolong sukses dalam mengorganisasi gig Viva La Woman ini.