Thursday, May 3, 2012

The Suspender - Realize

          Sebuah lirik lagu yang pertama kali saya tulis sekitar awal tahun 2007. Pada saat itu, saya masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Atas, bersama teman-teman satu band saya, The Suspender, mencoba menyusun kord untuk lagu pertama karya band kami. Setelah tersususun, saya mencoba memasukkan lirik yang sederhana, bertema sesuai apa yang kami alami sewaktu itu. Merasa jenuh dengan pendidikan, sekolah, seenaknya sendiri, kenakalan remaja, tetapi pada akhirnya kami sadar bahwa masa depan itu penting, dan segera membuat perubahan dalam hidup kami. Seperti inilah liriknya :

The Suspender - Realize

Everytime I must study hard
Attend the lesson at school and also study at the night
So I feel so fuckin' bored
I think that's not make everything's alright

Waking up early in the morning
I open up my window and look the sun shine so bright
Then I feel my brain was still dizzy
I think that caused by drunk last night

But now, I realize
I'll start to think my future
But now, I realize
I'll make many changes in my life


         Lagu ini telah direkam dalam 2 versi. Yang pertama pada akir tahun 2007, untuk sebuah demo dengan menggunakan home studio, sound drums masih berupa midi. Yang kedua, awal tahun 2008, sudah menggunakan full-track record di studio. Lagu ini pun sudah tersebar melalui rilisan album, seperti split album dengan sebuah band alternatif-new wave bernama Joni (RIP) bertitel "Sahabat" (2008) rilisan Studio 29 Production dan album kompilasi "The Gank Is Back vol. 1" (2010) rilisan Semangat Djoeang Records. Download : The Suspender - Realize

Anarki dan Segala Kesalahkaprahannya di Indonesia


         Pernahkah kalian mendengar istilah "anarki" di berbagai media seperti televisi, surat kabar, majalah, radio, dan sebagainya? Anarki selalu diartikan sebagai kekerasan (violence/vandalism) terhadap suatu hal. Padahal, secara etimologi, kata anarki adalah sebuah kata serapan dari anarchy (Bahasa Inggris), anarchie (Belanda, Jerman, Perancis), dan anarchos/anarchia (Yunani). Ini merupakan kata bentukan (tidak/tanpa/nihil) yang disisipi n dengan archos/archia (pemerintah/kekuasaan). Anarchos/anarchia = tanpa pemerintahan. Sedangkan "anarkis" berarti orang yang mempercayai dan menganut anarki. Hakikat anarki meliputi 4 hal berikut :
  1. Anarki adalah perindu kebebasan martabat individu dan menolak segala bentuk penindasan. Jika penindas itu kebetulan pemerintah, ia memilih masyarakat tanpa pemerintah. Jadi, anarki sejatinya merupakan bumi utopis yang dihuni individu-individu yang tidak mau memiliki pemerintahan dan menikmati kebebasan mutlak.
  2. Konsekuensi butir pertama adalah, anarki lalu antihirarki. Sebab hirarki selalu berupa struktur organisasi dengan otoritas yang mendasari cara penguasaan yang menindas. Bukannya hirarki yang jadi target perlawanan, melainkan penindasan yang menjadi karakter dalam otoritas hirarki tersebut.
  3. Anarkisme adalah paham hidup yang mencita-citakan sebuah kaum tanpa hirarki secara sospolekbud yang bisa hidup berdampingan secara damai dengan semua kaum lain dalam suatu sistem sosial. Ia memberi nilai tambah, sebab memaksimalkan kebebasan individual dan kesetaraan antar individu berdasarkan kerjasama sukarela antarindividu atau grup dalam masyarakat.
  4. Tiga butir di atas adalah konsekuensi logis mereaksi fakta sejarah yang telah membuktikan, kemerdekaan tanpa persamaan cuma berarti kemerdekaan para penguasa, dan persamaan tanpa kemerdekaan cuma berarti perbudakan.
         Sedangkan pengertian anarki di Indonesia sampai saat ini masih saja total salah kaprah! Diakibatkan pembodohan pemerintahannya yang tidak mau tersaingi dan mempengaruhi semua elemen masyarakat dengan pembohongan publik tentang apa sebenarnya anarki itu.

*Referensi : Wikipedia

Filosofi Kecoa

          Kita semua pasti tahu tentang salah satu hewan yang menjijikkan ini. Kecoa biasa kita jumpai hampir setiap hari, dimana saja kita berada. Di kamar mandi, sudut dapur, selokan, bahkan hewan ini suka nyasar dan kadang terbang memasuki kamar tempat kita tidur. Tetapi pada umumnya, kecoa hidup di tempat yang kotor, tersembunyi, dan susah dijangkau. Dengan bentuknya yang menjijikkan, kecoa mampu membuat sebagian besar orang merinding jika melihat apalagi sampai menyentuh baik sengaja ataupun tidak, bahkan ada orang yang sampai memiliki ketakutan secara berlebihan atau phobia terhadap hewan ini. Sehingga, kecoa menjadi salah satu hewan yang dijauhi dan dibenci umat manusia.
          Dari semua ciri-ciri kecoa yang mayoritas negatif tadi, saya akan mengambil sebagian kecil sisi positif dari hewan yang dibenci manusia ini. Kita semua pasti sering terganggu dengan keberadaan kecoa. Pernahkah kalian melihat hewan ini dalam posisi terbalik/terjungkal? Pasti pernah, dalam posisi seperti ini, kecoa pasti akan berusaha dengan sangat amat keras untuk kembali membalikkan tubuhnya ke posisi normal agar mampu berjalan atau terbang seperti sedia kala. Bahkan saking jijiknya, ketika hendak mengusir, kita biasanya langsung mencoba untuk membunuhnya. Apa yang kita lakukan untuk mengusir kecoa selalu berlangsung secara tragis, entah menyemprotnya dengan racun serangga atau langsung menebasnya dengan suatu benda bahkan menginjaknya hingga gepeng dan hancur.
          Berdasarkan pengamatan bodoh saya tentang berbagai macam sifat kecoa, saya langsung menghubungkan hal-hal tersebut dengan karakteristik kita sebagai umat manusia. Kecoa tidak pernah mempunyai niat untuk mengganggu manusia, mereka hanya menjalani hidup mereka sewajarnya. Begitu pula manusia, kadang kala apa saja yang kita lakukan, baik maupun buruk, sengaja maupun tidak, tanpa kita sadari mungkin ada orang lain yang tidak menyukainya, hingga mungkin membenci kita, bahkan menghancurkan kita. Masalah, beban, resiko, halangan, dan rintangan telah menjadi pendamping setia dalam kehidupan.
          Kita boleh saja dibenci, kita boleh saja down, kita boleh saja mengalami depresi, kita boleh saja terjungkal dan terhempas keras. Tetapi, apakah semua hal tersebut kita diamkan begitu saja? Tidak! Kita harus meniru apa yang dilakukan oleh kecoa ketika mereka terbalik/terjungkal, mereka selalu berusaha keras untuk mencoba bangkit kembali, meskipun memiliki resiko yang menakutkan, yaitu kematian. Jika kita hanya diam dan tak mampu berjuang, semestinya kita malu terhadap makhluk yang selama ini kita anggap menjijikkan tersebut.

Tuesday, May 1, 2012

Viva La Woman : Review

          Viva La Woman, 21 April 2012, Jogja National Museum, pukul 5 sore sampai selesai. Dari judul dan hari pelaksanaannya sudah bisa kita tebak tema dari ini. Sebuah gig persembahan Jogja Ladies Punx dalam rangka memperingati Hari Kartini, yang setiap tahunnya jatuh pada tanggal 21 April. Flashback ke masa lalu, Kartini adalah pahlawan emansipasi wanita yang bergerak melawan sistem penjajah yang selalu menomorduakan kaum perempuan. Pada saat itu, perempuan selalu tertindas, contohnya dalam hal pendidikan. Perempuan tidak pernah mendapat pendidikan yang layak, hingga pada akhirnya Kartini mendirikan sekolah sendiri untuk kaum perempuan pribumi.
          Kembali ke gig Viva La Woman, filosofi yang sama juga berlaku di sini. Dengan gig Viva La Woman ini, organiser yang menamakan dirinya Jogja Ladies Punx, yang notabene merupakan kumpulan para Ladies Punk di seantero Jogjakarta, ingin menunjukkan bahwa saat ini perempuan bukan hanya pemanis dan kaum follower belaka di sebuah scene, khususnya Punk. Kaum perempuan (Ladies Punks) juga bisa melakukan apa yang bisa dilakukan laki-laki. Seperti mengorganisasi sebuah gig, bermusik, dan aktivitas pergerakan lainnya di sebuah scene Punk.
Pamflet Viva La Woman
          Isu dan flyer gig Viva La Woman ini telah dipublikasikan jauh sebeluh hari H, hasilnya tepat pada hari pelaksanaan gig ini sangat ramai didatangi oleh banyak audience dari berbagai kota di penjuru Pulau Jawa. Gig ini juga menghadirkan beberapa band dari berbagai kota seperti Self Revolution (Malang), Dhoho 45 (Kediri), Tendangan Badut (Solo), Demster (Bumiayu), Proyek Liar (Magelang), dan Scream Of Oi! (Semarang). Di samping itu juga banyak menampilkan local act dari Jogjakarta sendiri, antara lain Human Chaos, DOM 65, Anti Loser, A Sistem Rijek ?!, The Coppers, Three Monkeys, dan sebagainya. Sepanjang acara, audience sangat puas dengan aksi band-band Punk, Oi!, Hardcore, Ska, dan Rockabilly yang semuanya tampil dalam form terbaiknya. Dari sekian banyak band yang mengisi, ada beberapa band yang melibatkan personil perempuan, lebih tepatnya sebagai pemegang mikrofon alias vokalis, yaitu Scream Of Oi! (Oi! - Semarang) dan Through Out (Hardcore - Jogjakarta). Crowd penonton dari awal hingga akhir acara patut diacungi jempol, meskipun ada beberapa insiden kecil yang terjadi di luar venue. Begitu pula kinerja panitia, Jogja Ladies Punx, yang tergolong sukses dalam mengorganisasi gig Viva La Woman ini.

Saturday, April 14, 2012

Rudebois Ska Foundation : A History

Pamflet Loud & Proud #1
          Rudebois Ska Foundation (RSF), adalah sebuah komunitas/wadah yang menampung keseluruhan band-band yang mengusung genre Ska pada umumnya di kota Solo. Komunitas ini berawal pada saat musik Ska di Solo mulai menampakkan batang hidungnya kembali (revival) pada tahun 2007 setelah sekian lama kurang menunjuukan gregetnya.
          Dimulai ketika salah satu band yaitu The Mobster yang hendak melakukan launching mini album (EP) pertama mereka yang berjudul Get This Beat Till Die! The Mobster sendiri adalah senior band Ska di kota Solo yang berdiri sejak tahun 2003 (awalnya bernama Rudies Beat) berisi orang-orang lama yang merupakan pioneer karena beberapa personilnya sudah membawakan musik Ska sejak tahun 1999 seperti Aan & Bambang yang tergabung dalam band Ska bernama Topi Pet (RIP). Launching EP ini sekaligus bersamaan dengan rencana diadakannya gig Loud & Proud #1, gig ini juga merupakan sebuah awal baru, kebangkitan bagi scene Ska di kota Solo setelah sekian lama minim bahkan tidak ada gig bertajuk khusus pada genre ini. Yak, Loud & Proud #1, tepatnya tanggal 27 Oktober 2007 ini adalah awal langkah dari teman-teman Rudebois Ska Foundation (RSF). Pada saat itu jumlah band Ska di Solo masih mampu dihitung mudah dengan jari, antara lain The Mobster, The Suspender, Home Alone (sekarang beralih jalur menjadi indie pop), dan El Magnifico (RIP). Dari band-band ini, mereka semua berpartisipasi dalam gig Loud & Proud #1, untuk lebih meramaikan gig ini, merekapun mengajak teman-teman band Reggae untuk bergabung dalam gig ini, yaitu Kalama Soul (RIP) dan Daun Lima Jari (RIP), serta dua band Ska dari kota tetangga, Jogjakarta, yaitu The Gangsters (RIP) dan The Playbois. Acara cukup sukses, audience pun ramai berdatangan, tapi sayang dikarenakan minimnya kapasitas venue, penonton pun sampai membludag ke tepi jalan, mengingat venue ex-Steak 17 terletak langsung di tepi jalan raya, sehingga memicu pihak yang berwajib untuk menertibkan dengan membubarkan acara ini pada jam sebelum seharusnya acara ini selesai.
Flyer Loud & Proud #2
          Tak cukup sampai di sini, langkah RSF kembali berlanjut di awal tahun 2008, tepatnya pada tanggal 27 April. Adalah gig Loud & Proud #2 yang bertempat di Lapangan Tenis ISI Surakarta, kali ini semakin melebarkan sayap karena tidak hanya melibatkan band-band Ska maupun Reggae, tetapi juga mulai merambah ke Oi!/Punk Rock. Scene Ska di kota Solo pun saat itu semakin marak dengan kehadiran band baru seperti Stabillo Fain dan Holi Piby, serta Ready Steady Go (RSG) yang berisi pemain lama, beberapa dari ex-Rudies Beat dan personil The Mobster. Band-band Oi/Punk Rock yang berpartisipasi dalam gig ini antara lain The Partner, SKOP, dan G Squad (Semarang). Dan untuk band Ska dari luar kota, waktu itu RSF mengundang Amee Is Back (sekarang berganti nama menjadi Aimee!) dari Semarang.
Pamflet Mencari Kesenangan
          Di sela-sela menggeliatnya euforia Ska di kota Solo saat itu, diadakan pula gig Mencari Kesenangan pada tanggal 1 Juni 2008 di Basement Universitas Sahid oleh teman-teman dari The Suspender, Home Alone, dan Studio 29 yang menamakan dirinya Hari-Hari Bergembira. Kali ini benar-benar acara total Ska, karena semakin bertambah pula band Ska baru yang bermunculan di kota Solo seperti Skaturnus dan Peppermint (RIP, cikal bakal The Murderer dan Rat Ska City). Gig ini mengundang Youngster City Rockers (Malang), One Step Beyond (Purwokerto), dan The Coppers (Jogjakarta). Berlangsung seru, namun juga ricuh, sangat ricuh, karena terjadi chaos secara besar-besaran di tengah acara, entah apa penyebabnya. Panitia juga kurang sigap dalam menghadapi keadaan itu, namun pada akhirnya, keadaan aman dengan sendirinya, dan acara pun berjalan lancar kembali seperti sedia kala.
Pamflet Loud & Proud #3
          Berlanjut ke Loud & Proud #3 persembahan Rudebois Ska Foundation (RSF). Gig yang diadakan tanggal 20 Juli 2008 di Basement Universitas Sahid kali ini bertemakan all-genre, karena mulai melibatkan band-band dari berbagai macam aliran seperti Ska, Oi!, Punk Rock, Hardcore, Metal, Melodic Punk, bahkan sampai Screamo dan Noise/Grunge. Juga mengundang teman-teman luar kota, antara lain Boiska (Semarang), Scream Of Oi! (Semarang), dan The Coppers (Jogjakarta).
          Oh iya, untuk tongkrongan, RSF dahulu berpindah-pindah dan tidak pernah menetap, biasanya dari wedangan ke wedangan. Dari situlah, RSF sering bertemu dengan rekan-rekan seperjuangan, sesama musisi, dan teman-teman dari berbagai komunitas. Hingga berhenti di wedangan pinggir jalan raya Slamet Riyadi tepatnya depan Hotel Dana sampai beberapa pekan. Namun akhirnya berpindah ke warung makan lesehan di pojokan Ngapeman (Perempatan Sami Luwes & Hotel Novotel). Di situlah, RSF sempat melebur bersama teman-teman dari berbagai genre. Dari kesamaan visi misi untuk mempererat tali persaudaraan antar genre di kota Solo, terbentuklah komunitas yang bernama Ngapeman Corner atau lebih akrab disebut NC. Dari NC didapatlah banyak pengalaman, bertemu teman-teman baru, menghadapi hal-hal baru, saling berbagi atau sharing hal-hal kecil maupun besar. Era NC ini juga melahirkan beberapa band, contohnya band Ska Punk yang bernama Rat Ska City, dibentuk oleh beberapa ex-personil Peppermint dan juga beberapa teman-teman Melodic Punk. Juga band Ska Core yang bernama The Closet Monster (RIP), band ini digawangi oleh salah satu pioneer yang bernama Kithink, beliau dulunya juga pernah mempunyai band Ska di era tahun 1999 yang bernama Skapal Selam (RIP). Namun The Closet Monster ini tidak bertahan lama karena kesibukan masing-masing personil dan juga dikarenakan Kithink sudah berkeluarga. Dan lahir juga band Oi! bernama Hakim Garis yang juga tak bertahan lama.
Pamflet Pure White Day #1
          Perjalanan NC ini pun tak luput dari yang namanya gigs, bagaikan sebuah hajatan kecil-kecilan yang juga untuk menjalin tali silaturahmi, selain untuk menunjukkan eksistensi dan konsistensi dalam berkarya. Gig persembahan dari NC yang pertama adalah Pure White Day #1. Mengapa dinamakan Pure White Day? Karena pada saat itu berdekatan dengan bulan Ramadhan dan Idul Fitri, juga mengharapkan hari-hari yang putih bersih, menerima segala perbedaan tanpa ada perselisihan. Pure White Day #1 berlangsung pada tanggal 12 Oktober 2008 di Joglo Sriwedari (untuk pertama kalinya Joglo Sriwedari dipakai untuk sebuah gig). Konsep all-genre kali ini semakin merambah jauh dan merangkul banyak komunitas karena tambah melibatkan genre Swing/Pop dan Rock N Roll/Garage. Tak lupa gig ini juga melibatkan band Ska yang saat itu masih baru, bernama The Billy Sentris.
Pamflet Pure White Day #2
          Berikutnya yaitu Pure White Day #2. Masih dengan konsep dan juga tempat yang sama, gig ini berlangsung pada tanggal 18 Januari 2009. Pada waktu itu muncul lagi sebuah band Ska bernama The Murderer yang ikut berpartisipasi dalam gig ini, band ini digawangi oleh Gilang, ex-The Suspender dan Peppermint (RIP). Saat gig ini berlangsung, ada stand tattoo dari Battoo Tattoo Studio dan juga dari Bagero Rockindustries (sebuah usaha clothing merchandise band milik Mamik (The Barber Shop, Tendangan Badut) dan Kithink (Skapal Selam - RIP, The Closet Monster - RIP). Tamu yang datang bertandang dalam gig ini adalah Little Playmate (?) dari Semarang, Jesse James (RIP) dari Jogja, dan The Skandaliken dari Bogor. Tetapi karena suatu halangan, The Skandaliken tidak jadi tampil dalam gig ini. Namun demikian, pada waktu gig Song From Hooligan, beberapa personil The Skandaliken datang jauh-jauh dari Bogor hanya untuk support gig tersebut, salut.
Pamflet Song From Hooligans
          Masih di Joglo Sriwedari, beberapa bulan berikutnya lebih tepatnya pada tanggal 10 Mei 2009, NC mengadakan sebuah gig yang terhitung sangat sukses, gig ini berjudul Song From Hooligans. Konsep masih all-genre, tetapi gig ini mengusung tema sepak bola/supporter. Jadi, band-band yang terlibat dalam gig ini, semuanya membawakan salah satu lagu bertema sepak bola/supporter dalam penampilan mereka. Band-band dalam acara ini antara lain Down For Life, Tendangan Badut, Spirit Of Life, Nothing Special, The Mobster, The Suspender, dll. Dan crowd penonton selalu penuh dan ramai dari awal hingga akhir acara.
Pamflet Ska Duka Bersama #1
          Rindu akan atmosfer gig bertajuk total Ska, semakin ramainya geliat band Ska di kota Solo, dan bertepatan dengan bencana alam gempa di Sumatera Barat, atas nama Rudebois Ska Foundation (RSF) kembali diadakan gig total Ska berjudul Ska Duka Bersama #1 pada tanggal 17 Oktober 2009, bertempat di Reflex Cafe, dan hasil tiket gig ini disumbangkan ke korban bencana gempa di Sumatera Barat. Gig yang bernuansa sosial ini melibatkan seluruh band Ska yang aktif pada waktu itu, yaitu The Mobster, The Suspender, Ready Steady Go, Stabillo Fain, Holi Piby, Skaturnus (saat itu sempat berganti konsep menjadi Ska Punk setelah masuknya vokalis tambahan bernama Eko AKA Kodok), Rat Ska City, The Closet Monster (RIP), The Billy Sentris, The Murderer, serta R Slide dan 2 Ska yang pada waktu itu masih baru. Gig ini dibuka oleh Sally Brown (RIP), sebuah band Ska iseng-iseng alias sampingan dari personil The Mobster, The Suspender, Stabillo Fain, No Perfect, dan Hakim Garis. Juga mendatangkan tamu dari Jogjakarta, yaitu Van De Skamaveea (sekarang Van De Skamaffia) yang pada saat itu masih memakai vokalis Alm. Hargo (RIP).
Pamflet Pure White Day #3
          Melanjutkan part dari Pure White Day, kembali atas nama Ngapeman Corner (NC) mempersembahkan gig Pure White Day #3 di Pelataran Rams Studio, Kartasura. Masih berkonsep all-genre, gig ini mendatangkan Longbeach, sebuah band Ska dari Sragen, dan Apollo 10, sebuah band Ska dari Jogjakarta yang sudah tidak asing lagi namanya di telinga kita. Gig ini cukup lancar dari awal, tapi sangat disayangkan faktor cuaca kurang mendukung, yaitu turunnya hujan, padahal gig ini berlangsung di luar ruangan (outdoor). Akhirnya, terpaksa ada satu band yang gagal tampil pada gig ini, karena alat band dan soundsystem sudah terlanjur diamankan dari hujan yang sangat deras ketika itu.
          Pasca gig ini, NC juga sempat berpindah tongkrongan dari Ngapeman menuju ke wilayah Ngarsopuro. Sehingga NC yang sebelumnya merupakan singkatan dari Ngapeman Corner mendadak berubah menjadi Ngarsopuro Center. Pada era ini, NC mengalami sedikit stagnasi. Dan sedikit tambahan, di sela-sela gigs di atas, NC juga sering mengadakan acara kecil-kecilan berupa studio show yang mungkin tanggal waktunya sudah lupa.
Pamflet Kawan Atau Lawan?!
          Dalam masa stagnasi, NC sempat menghasilkan sebuah gig. Bekerjasama dengan Proyek Khianat, mengorganisasi sebuah tour gig dari band Ska Punk asal Malaysia, Plague Of Happiness. Mengambil judul Kawan Atau Lawan?! Yak, silakan didefinisikan sendiri maknanya. Gig ini berlangsung pada tanggal 18 Februari 2010 di tempat yang cukup minimalis yaitu Relax House. Adapun band pengisinya antara lain Underdog (sekarang The Working Class Symphony), The Mobster, Rat Ska City, The Suspender, Serigala Malam (Jogjakarta), No Perfect, dan Automatic.
Setelahnya, NC pun mengalami kemunduran, satu persatu menghilang dikarenakan kesibukan masing-masing anggota akan pekerjaan, pendidikan, keluarga, dsb. Dan di antara orang-orang yang masih bertahan, dilanjutkanlah Rudebois Ska Foundation (RSF), kembali dengan semangat yang masih tersisa. This spirit still remains!
Pamflet Ska Duka Bersama #2


          Setelah beberapa bulan terisi hanya dengan nongkrong kesana kemari, RSF kembali lagi pada gig total Ska bertajuk Ska Duka Bersama #2, tetapi kali ini tidak dalam aksi sosial seperti Ska Duka Bersama #1 yang lalu. Kali ini lebih mengedepankan tema suka duka bersama, intinya adalah kebersamaan dan persamaan. Bertempat di De Tree Cafe, berlangsung pada tanggal 18 Desember 2010, gig ini berlangsung secara aman, mulus, dan menyenangkan dari awal hingga akhir acara. Ska kembali ramai, pendatang baru yaitu Baling-Baling Bambo (B2B) juga ikut menyemarakkan gig ini bersama The Billy Sentris, Skaturnus (kembali dalam konsep Traditional Ska setelah mengalami bongkar pasang personil), Ready Steady Go, Rat Ska City (pada waktu itu tidak jadi tampil karena sebagian besar personilnya berhalangan hadir), The Murderer, Stabillo Fain, The Suspender, The Mobster, dan Ibaratskata dari Kudus.
Pamflet Why Can't We Be Friends?!
          Tak cukup sampai di sini, RSF kembali mengadakan sebuah gig bertema versus, berjudul Why Can't We Be Friends?!, mengambil salah satu judul lagu Smasmouth. Bertempat di Gedung Lokananta Records dan berlangsung pada tanggal 3 April 2011. RSF bekerjasama dengan Solo Melodic Punk scene dalam mengorganisasi gig ini, dan inti acaranya adalah Ska VS Melodic Punk. Dari Ska sendiri, kembali didatangi muka baru dari The Glow, dan semakin bertambah ramailah scene Ska di kota Solo. Dalam battle kali ini, Ska diwakili oleh The Glow, Skaturnus, R Slide, Rat Ska City, The Suspender, The Mobster (yang pada waktu itu tidak jadi tampil dikarenakan ada beberapa personil yang berhalangan hadir), dan Gang Holiday dari Malang. Dan untuk Melodic Punk diwakili oleh Doctor Crayon, Understandink, No Perfect, Quick Count, Not Idol, Toaster Fame, dan Pyong Pyong dari Semarang. Gig ini Free For Ladies, dengan maksud agar para perempuan tertarik untuk datang, serta membuktikan bahwa dalam sebuah gig tidak selalu identik dengan keributan, dan kaum hawa pun aman untuk menyaksikan.
Pamflet Ska Was Made For Me And You
          Selanjutnya, Ska Was Made For Me And You, 24 September 2011 di Coffee Corner. Judul yang cukup panjang untuk sebuah gig, dan merupakan adaptasi dari sebuah kutipan dari lagu Nat King Cole - LOVE, "Love was made for me and you." Gig ini diorganisasi oleh muda-mudi RSF, semangat kaum muda akan cinta dan Ska adalah ide utama dalam pelaksanaan gig ini. Band-band yang berpartisipasi antara lain The Glow, Baling-Baling Bambo, The Murderer, Ready Steady Go, The Suspender, Skaturnus, R Slide, Holi Piby, dan Healthy Body (Jakarta) yang pada hari sebelumnya juga tampi pada acara Solo City Jazz 2011. Gig ini sungguh memorable bagi mereka yang menghadiri, meninggalkan kenangan tersendiri. Yak, Ska was made for me and you. Muda-mudi, cinta, dan Ska.